DIAGRAM KONTEKS
MAKALAH
TECHNOPRENEURSHIP
“DIAGRAM KONTEKS”
DI SUSUN OLEH :
KELOMPOK 8
I Gusti Ayu Arisanthi (19.TI.166)
Ni Putu Chandra Purnama Dewi (19.TI.165)
UNIVERSITAS TEKNOLOGI MATARAM
2019/2020
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan ke
hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena telah melimpahkan rahmat-Nya berupa
kesempatan dan pengetahuan sehingga makalah dengan judul “Diagram Konteks” bisa selesai pada waktunya.
Terima kasih juga kami ucapkan
kepada teman-teman yang telah berkontribusi dengan memberikan ide-idenya
sehingga makalah ini bisa disusun dengan baik dan rapi.
Kami berharap semoga makalah ini
bisa menambah pengetahuan para pembaca. Namun terlepas dari itu, kami memahami
bahwa makalah ini masih jauh dari kata sempurna, sehingga kami sangat
mengharapkan kritik serta saran yang bersifat membangun demi terciptanya
makalah selanjutnya yang lebih baik lagi.
Mataram, 29
Oktober 2019
Penulis
DAFTAR ISI
Kata Pengantar........................................................................................................ 1
Daftar Isi................................................................................................................. 2
Bab I Pendahuluan
1.1 Latar Belakang...................................................................................... 3
1.2 Rumusan Masalah................................................................................. 3
1.3 Tujuan Pembahasan............................................................................... 3
Bab II Pembahasan
2.1 Definisi.................................................................................................. 4
2.2 Simbol-Simbol....................................................................................... 4
2.3 Contoh................................................................................................... 7
2.4 Manfaat/Kegunaan................................................................................ 9
Bab III Penutup
3.1 Kesimpulan.................................................................................................. 10
3.2 Saran............................................................................................................ 10
Daftar Pustaka......................................................................................................... 11
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Technopreneurship adalah sebuah inkubator bisnis berbasis teknologi,
yang memiliki wawasan untuk menumbuh-kembangkan jiwa kewirausahaan di kalangan
generasi muda, khususnya mahasiswa sebagai peserta didik dan merupakan salah
satu strategi terobosan baru untuk mensiasati masalah pengangguran intelektual
yang semakin meningkat ( +/- 45 Juta orang). Dengan menjadi seorang usahawan
terdidik, generasi muda, khususnya mahasiswa akan berperan sebagai salah satu
motor penggerak perekonomian melalui penciptaan lapangan-lapangan kerja baru.
Semoga dengan munculnya generasi technopreneurship dapat memberikan solusi atas
permasalahan jumlah pengangguran intelektual yang ada saat ini. Selain itu juga
bisa menjadi arena untuk meningkatkan kualitas SDM dalam penguasaan IPTEK,
sehingga kita bisa mempersiapkan tenaga handal ditengah kompetisi global.
Dalam menciptakan suatu usaha ataupun bisnis,
tentunya kita perlu memiliki rencana atau gambaran-gambaran seperti apa bisnis
atau usaha yang akan kita bangun. Maka dari itu, dalam menerapkan suatu bisnis
atau usaha berbasis teknologi perlu adanya pembuatan suatu gambaran alur proses
berjalannya usaha tersebut, yaitu dengan pembuatan diagram konteks.
1.2 Rumusan Masalah
a. Apakah yang dimaksud dengan diagram konteks ?
b. Bagaimanakah contoh pembuatan diagram konteks ?
c. Mengapa diagram konteks diperlukan dalam
technopreurship ?
d. Apa saja manfaat atau kegunaan dari diagram konteks
?
1.3 Tujuan Pembahasan
a. Memahami definisi diagram konteks
b. Mengetahui cara pembuatan diagram konteks yang benar
c. Mengetahui hubungan antara diagram konteks dengan
technopreneurship
d. Mengetahui manfaat atau kegunaan dari diagram
konteks
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Definisi
Diagram Konteks,
Merupakan tingkatan tertinggi dalam diagram aliran data dan hanya memuat satu
proses, menunjukkan sistem secara keseluruhan. Proses tersebut diberi nomor
nol. Semua entitas eksternal yang ditunjukkan pada diagram konteks berikut
aliran data-aliran data utama menuju dan dari sistem. Diagram tersebut tidak
memuat penyimpanan data dan tampak sederhana untuk diciptakan, begitu
entitas-entitas eksternal serta aliran data-aliran data menuju dan dari sistem
diketahui menganalisis dari wawancara dengan user dan sebagai hasil analisis
dokumen. Context Diagram dimulai
dengan penggambaran terminator, aliran data, dan proses tunggal yang
menunjukkan keseluruhan sistem. Bagian termudah adalah menetapkan proses dan
diberi nama yang mewakili sistem. Nama dalam hal ini dapat menjelaskan proses
atau pekerjaan atau dalam kasus ekstrim berupa nama perusahaan yang dalam hal
ini mewakili proses yang dilakukan keseluruhan organisasi. Terminator
ditunjukkan dalam bentuk persegi panjang dan berkomunikasi langsung dengan
sistem melalui aliran data atau penyimpanan eksternal Antar terminator tidak
diperbolehkan komunikasi langsung.
2.2 Simbol-Simbol
Dalam
pembuatan sebuah diagram konteks, terdapat simbol-simbol yang digunakan untuk
membuat diagram tersebut, yaitu :
·
Entity/terminator
Sesuatu
yang berada di luar sistem, tetapi ia memberikan data ke dalam sistem atau
memberikan data dari sistem, disimbolkan dengan suatu kotak notasi. Entitas
eksternal tidak termasuk bagian dari sistem. Bila sistem informasi dirancang
untuk satu bagian (departemen) maka bagian lain yang masih terkait menjadi entitas eksternal.
Pedoman
pemberian nama kesatuan luar (external
entity)
1) Nama terminal berupa kata benda.
2)
Terminal tidak boleh memiliki nama yang sama kecuali memang objeknya sama
(digambarkan dua kali . dimaksudkan untuk membuat diagram yang jelas). Bila
tidak demikian, maka terminal ini perlu di beri garis miring pada pojok kiri
atas.
·
Arus/Aliran Data
Arus
data merupakan tempat menggalinya informasi dan digambarkan dengan garis yang menghubungkan
komponen dari sistem. Arus data ditunjukkan dengan arus panah dan garis diberi
nama atas arus data yang mengalir. Arus
data ini mengalir diantara proses, data store dan menunjukan arus data dari
data yang berupa masukan untuk sistem atau hasil proses sistem.
Pedoman
pemberian nama aliran data
1)
Nama aliran data
yang terdiri dari beberapa aliran kata dihubungkan dengan garis sambung.
2)
Tidak boleh ada
aliran data yang namanya sama, dan pemberian nama harus mencerminkan isinya.
3)
Aliran data yang
terdiri dari beberapa elemen dapat dinyatakan dengan grup elemen.
4)
Hindari
penggunaan kata ‘data’ dan ‘informasi’ untuk memberi nama pada aliran data.
5)
Sedapat mungkin
nama aliran data ditulis lengkap.
·
Proses
Proses
merupakan apa yang dikerjakan oleh sistem, proses dapat mengolah data atau
aliran data masuk menjadi aliran data keluar. Proses berfungsi
mentranformasikan satu atau beberapa data masukan menjadi satu atau beberapa
data keluaran sesuai dengan spesifikasi yang diinginkan. Setiap proses memiliki
satu atau beberapa masukan serta menghasilkan satu atau beberapa data keluaran.
Proses sering pula disebut bubble.
Pedoman
pemberian nama proses :
1)
Nama proses
terdiri dari kata kerja dan kata benda yang mencerminkan fungsi proses tersebut,
misalnya : Hitung Bonus, Pendataan Karyawan, Cetak Fatur,dll.
2)
Jangan
menggunakan kata proses yang memiliki nama suatu proses (bubble).
3)
Tidak boleh ada
beberapa proses yang memiliki nama yang sama.
4)
Proses harus
diberi nomor. Urutan nomor sedapat mungkin mengikuti aliran atau urutan proses,
namun demikian urutan nomor tidak berarti secara mutlak merupakan urutan proses
secara kornologis.
5)
Penomoran proses
pada tingkatan pertama (Diagram Nol) adalah 1.0,2.0,3.0, dst.
6)
Penomoran pada
tingkat kedua dari proses 1.0 (rincian dari proses 1.0) adalah 1.1,1.2,1.3,
dst.
2.3 Contoh
Sistem penjualan “Shopee”
Shopee adalah sebuah
aplikasi yang bergerak dibidang jual beli secara online dan dapat diakses
secara mudah dengan menggunakan smartphone. Shopee hadir dalam bentuk aplikasi
yang memudahkan penggunanya dalam melakukan kegiatan berbelanja secara online
tanpa harus ribet menggunakan perangkat komputer. Namun cukup menggunakan
smartphone anda, Shopee akan menawarkan berbagai macam produk-produk fashion
hingga produk untuk kebutuhan sehari-hari.
Shopee ikut meramaikan pasar Indonesia pada akhir
bulan Mei 2015 dan mulai beroperasi sejak Juni 2015. Shopee merupakan sebuah
anak perusahaan dari Garena yang berbasis di Singapura. Meningkatnya penetrasi
pengguna gadget membuat PT Shopee Internasional Indonesia melihat peluang baru
di dunia e-commerce. Kini Shopee telah menyebar di berbagai Negara di Kawasan
Asia Tenggara seperti Singapura, Malaysia, Vietnam, Thailand, Filiphina, dan
Indonesia.
I.
Bagian Marketing
Pemasaran
produk dilakukan secara online, disana kita akan dapat memlih produk yang kita
inginkan. Adapun prosesnya yaitu login ke shopee.co.id kemudian pilih produk
yang Anda inginkan dan lanjutkan ke konfirmasi pesanan, dengan melakukan Login
Email terlebih dahulu. Masukkan informasi pengiriman Anda dan pilih metode
pembayaran dan melakukan konfirmasi pesanan Anda. Konfirmasi pesanan dapat
dilakukan dengan ringkasan pesanan akan dikirimkan melalui SMS dan email sesaat
setelah anda melakukan pemesanan.
II. Bagian Gudang
Setelah
menerima pesanan, bagian gudang akan melakukan pengecekan terhadap barang yang
dipesan, kemudian barang tersebut dipacking sesuai dengan pesanan dan alamat
yang dituju dan diserahkan kebagian pengiriman. Bagian gudang akan mengeluarkan
bukti pengeluaran barang sebagai tanda terima yang akan diserahkan kebagian
pengiriman barang. bagian gudang perlu untuk mengecek dahulu apakah barang yang
dipesan tersedia dalam gudang atau tidak. Jika ternyata barang tidak tersedia
di gudang (habis atau tidak mencukupi) maka bagian gudang akan melakukan
konfirmasi ke bagian produksi untuk meminta pemesanan barang kepada supplier.
Jika barang tersedia di gudang maka bagian gudang akan menyiapkan barang dan
sebelum mengirimkan barang dan surat bukti pengeluaran barang ke bagian
pengiriman.
III. Bagian Pengiriman Barang
Surat bukti pengeluran barang dan barang yang
diterima dari bagian gudang kemudian dicocokkan satu sama lain oleh bagian
pengiriman. Jika cocok maka bagian tersebut akan segera melakukan pengepakan
dan pengiriman barang ke ekspedisi dengan melampirkan surat bukti pengeluaran
barang dan surat ekspedisi dari pos pengiriman barang. Jika tidak cocok,
pengiriman akan melakukan konfirmasi ke bagian gudang.
IV. Bagian Akuntansi
Surat
bukti pengeluran barang dan bukti pembayaran atas pesanan pelanggan yang
diterima dari bagian marketing kemudian akan diarsipkan. Surat bukti tersebut
kemudian diarsipkan berdasarkan nama.
2.4 Manfaat atau kegunaan
Tujuan utama dari
pembuatan Diagram Konteks adalah untuk menjadi jembatan komunikasi dengan stakeholders, tidak untuk menjelaskan
data flows kepada developers.
Secara umum, Diagram Konteks dapat digunakan untuk
mengidentifikasi sistem yang sudah ada, stakeholders,
konsep solusi, business unit, analisa
masalah, dan juga proyek.
• System
Contexts
Sebagian
besar dari Context Diagram berfokus
pada identifikasi isi dari sebuah sistem. Hal ini mendapat menjadi langkah awal
yang baik untuk mengidentifikasi ruang lingkup dan stakeholders yang potensial dalam proyek.
• Stakeholder
Identification
Selain
bisa mengetahui ruang lingkup, Context Diagram juga dapat mengidentifikasi stakeholders yang terlibat. Identifikasi ini dapat dilakukan dengan
penggambaran diagram yang mendetil dari komunikasi antara aktor atau external entities untuk mengetahui stakeholders yang tidak berdampak
langsung pada sistem.
• Business
Knowledge
Context
Diagram yang menunjukkan interaksi standar dan hubungan business unit bisa
menjadi salah satu pengetahuan lebih bagi business
analyst dalam pemahaman tentang bisnis dan proses atau use case tertentu.
• Problem
Analysis
Struktur
Context Diagram juga dapat
menganalisa sebuah pemasalahan. Proses yang berada di tengah diagram adalah
pusat masalahnya. Faktor yang mempengaruhi masalah tersebut menjadi aktor atau entities. Interaksi atau karakteristik
dari faktor yang dihasilkan dari interaksi masalah disebut flows dalam diagram.
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Dengan
perkembangan teknologi khususnya bisnis berbasis teknologi, maka dibutuhkan
digram kontkes yang dapat membantu dalam memberikan suatu gambaran mengenai
proses atau alur bisnis yang akan dijalankan.
Dalam hal ini dapat disimpukan beberapa kelebihan
dari pembuatan Context Diagram yaitu
:
1.
Memperlihatkan
ruang lingkup dan keterbatasan dari sistem termasuk sistem lain yang
berhubungan dengannya
2.
Tidak memerlukan
pengetahuan teknis untuk mengerti Context Diagram
3.
Mudah untuk
digambar karena notasinya sedikit
4.
Mudah untuk
diperluas ke level DFD selanjutnya
5.
Bisa menguntungkan
berbagai pihak, yaitu stakeholders,
business analyst, data analysts, dan developers.
3.2 Saran
Dalam
hal ini, disarankan agar dalam pembuatan diagram konteks harus memperhatikan
pedoman dalam pemberian nama pada entity/terminator, arus/alur data serta
proses. Agar nantinya ketika dilakukan pengembangan ke tahap diagram
selanjutnya dapat dilakukan dengan mudah.
DAFTAR
PUSTAKA
dams, C. (t.thn.). What is a Context Diagram and
what are the benefits of creating one? Dipetik September 25, 2016, dari
Business Analyst/Business Analysis Community & Resources | Modern Analyst: http://www.modernanalyst.com/Careers/InterviewQuestions/tabid/128/ID/1433/What-is-a-Context-Diagram-and-what-are-the-benefits-of-creating-one.aspx
Ladjamuddin. B, Al-Bahra. Rekayasa Perangkat
Lunak,cet-keII GRAHA ILMU, Yogyakarta, 2006,hal.170 http://konsulatlaros.blogspot.com/2012/10/pengertian-cdcontext-diagram-dan-dfd.html
Komentar
Posting Komentar